Jumat, 18 September 2009

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA LANSIA

Proses Menua (Aging Proses)
Menjadi tua adalah sunatullah. Setiap kita akan berproses menuju ke sana. Bersyukurlah orang-orang yang diberi kesempatan oleh Allah menikmati masa tuanya. Dalam bayangan kita, masa tua adalah masa yang indah, di mana seseorang menikmati hasil jerih payahnya semasa muda dikelilingi anak dan cucu. Namun demikian, perubahan-perubahan fisiologis pada lansia sering disertai berbagai masalah kesehatan
Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal, tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal.
Pengertian
Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuanjaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Nugroho, 2000).
Proses penuaan, menurut dosen IPB Dra Emma S Wirakusumah MSc, secara umum dipahami sebagai proses pembelahan sel yang merupakan faktor endogenik dan tak bisa dihentikan. Sel manusia terbatas umurnya. Setelah membelah 50-100 kali kemudian berhenti. Sel pun menjadi tua sehingga membuat seseorang mengalami kemunduran secara fisik dan mental
Batas-Batas Lanjut Usia.
1. Batasan usia menurut WHO meliputi :
usia pertengahan (middle age), yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun, lanjut usia (elderly), antara 60 sampai 74 tahun, lanjut usia tua (old), antara 75 sampai 90 tahun, usia sangat tua (very old), diatas 90 tahun.
2. Menurut UU No. 4 tahun 1965 pasal 1 dinyatakan sebagai berikut :Seorang dapat dinyatakan sebagai seorang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain”.
Seorang dapat dinyatakan sebagai seorang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain”.

Tugas Perkembangan pada Lanjut Usia.
Orang tua diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan dan menurunnya kesehatan secara bertahap. Mereka diharapkan untuk mencari kegiatan untuk mengganti tugas-tugas terdahulu yang menghabiskan sebagian besar waktu kala mereka masih muda. Bagi beberapa orang berusia lanjut, kewajiban untuk menghadiri rapat yang menyangkut kegiatan sosial sangat sulit dilakukan karena kesehatan dan pendapatan mereka menurun setelah pensiun, mereka sering mengundurkan diri dari kegiatan sosial.
Disamping itu, sebagian besar orang berusia lanjut perlu mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan peristiwa kehilangan pasangan, perlu membangun ikatan dengan anggota dari kelompok usia mereka untuk menghindari kesepian dan menerima kematian dengan tentram
Perubahan-perubahan yang Terjadi pada Lanjut Usia/Penuaan Pada Sistem Tubuh (Fisiologis).
A. Perubahan Fisiologis
Perubahan fisiologis yang paling umum terjadi seiring bertambahnya usia adalah perubahan pada fungsi sistol ventrikel. Sebagai pemompa utama aliran darah sistemik manusia, perubahan sistol ventrikel akan sangat mempengaruhi keadaan umum pasien. Parameter utama yang terlihat ialah detak jantung, preload dan afterload, performa otot jantung, serta regulasi neurohormonal kardiovaskular. Oleh karenanya, orang-orang tua menjadi mudah deg-degan. Akibat terlalu sensitif terhadap respon tersebut, isi sekuncup menjadi bertambah menurut kurva Frank-Starling. Efeknya, volume akhir diastolik menjadi bertambah dan menyebabkan kerja jantung yang terlalu berat dan lemah jantung. Awalnya, efek ini diduga terjadi akibat efek blokade reseptor β-adrenergik, namun setelah diberi β-agonis ternyata tidak memberikan perbaikan efek.
Di lain sisi, terjadi perubahan kerja diastolik terutama pada pengisian awal diastol lantaran otot-otot jantung sudah mengalami penurunan kerja. Secara otomatis, akibat kurangnya kerja otot atrium untuk melakukan pengisian diastolik awal, akan terjadi pula fibrilasi atrium, sebagaimana sangat sering dikeluhkan para lansia. Masih berhubungan dengan diastol, akibat ketidakmampuan kontraksi atrium secara optimal, akan terjadi penurunan komplians ventrikel ketika menerima darah yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan diastolik ventrikel ketika istirahat dan exercise. Hasilnya, akan terjadi edema paru dan kongesti sistemik vena yang sering menjadi gejala klinis utama pasien lansia. Secara umum, yang sering terjadi dan memberikan efek nyata secara klinis ialah gangguan fungsi diastol.
Pemeriksaan EKG perlu dilakukan untuk melihat adanya penyakit jantung koroner, gangguan konduksi dan irama jantung, serta hipertrofi bagian-bagian jantung. Beberapa macam aritmia yang sering ditemui pada lansia berupa ventricular extrasystole (VES), supraventricular extrasystole (SVES), atrial flutter/fibrilation, bradycardia sinus, sinus block, A-V junctional. Gambaran EKG pada lansia yang tidak memiliki kelainan jantung biasanya hanya akan menunjukkan perubahan segmen ST dan T yang tidak khas. Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan ekokardiografi sebagaimana prosedur standar bagi para penderita penyakit jantung lainnya.
B. Perubahan-perubahan Fisik
1. Sel.
o Lebih sedikit jumlahnya.
o Lebih besar ukurannya.
o Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler.
o Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.
o Jumlah sel otak menurun.
o Terganggunya mekanisme perbaikan sel.
o Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.
2. Sistem Pendengaran.
~ Presbiakusis (gangguan dalam pendengaran)Hilangnya kemampuan pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.
~ Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
~ Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.
~ Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa/stress
3. Sistem Penglihatan.
Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam cahaya gelap.
Hilangnya daya akomodasi.
Menurunnya lapangan pandang,berkurang luas pandangannya.
Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.
4. Sistem Respirasi
Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.
Menurunnya aktivitas dari silia.
Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat, kapasitas pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun.
Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.
Kemampuan untuk batuk berkurang.
Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan pertambahan usia.
5. Sistem Gastrointestinal.
Kehilangan gigi akibat Periodontal disease,kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
Indera pengecap menurun,hilangnya sensitivitas saraf pengecapm di lidah terhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.
Eosephagus melebar.
Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
Daya absorbsi melemah.
6. Sistem Reproduksi.
Menciutnya ovari dan uterus.
Atrofi payudara.
Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa meskipun adanya penurunan secara berangsur-angsur.
Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal kondisi kesehatan baik.
Selaput lendir vagina menurun.
7. Sistem Endokrin.
o Produksi semua hormon menurun.
o Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR (Basal Metabolic Rate), dan menurunnya daya pertukaran zat.
o Menurunnya produksi aldosteron.
o Menurunya sekresi hormon kelamin misalnya, progesteron, estrogen, dan testosteron.
Sintesa protein menurun
Lean bone mass turun
Penurunan % lemak
Penurunan GH
Penyakit yang terjadi :
- hypertiroid
- toxin
- Ca tyroid
- Hyporthiroid
- Rusaknya aktivitas tyroxsin
- Hilangnya reseptor
- Defeck hipotalamus
- DM
- Pada laki-laki : penurunan libido mengakibatkan penurunan frek aktivitas sex
- Pada perempuan : monopause atrofi vegina
8. Sistem Kulit ( Sistem Integumen )
Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak.
Permukaan kulit kasar dan bersisik karena kehilangan proses keratinisasi, serta perubahan ukuran dan bentuk-bentuk sel epidermis.
Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.
Rambut dalam hidung dan telinga menebal.
Berkurangnya elastisitas akibat dari menurunya cairan dan vaskularisasi.
Pertumbuhan kuku lebih lambat.
Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan kurang bercahaya.
Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.
9. Sistem kardiovaskuler
- elastis dinding aorta menurun
- perubahan miokara ; atrofi menurun
- lemak sub endoicard menurun ; fibrosis, menebal, scerosis
- katup-katup jantung mudah fibrosis dan klasifikasi (kaku)
- peningkatan jaringan ikat pada Sa Node
- penurunan denyut jantung maksimal pada latihan
- Co menurun
- Penurunan jumlah sel pada pace maker
- Jaringan kolagen bertambah dan jaringan elastis berkurang
- Pada otot jantung
- Penurunan elastis pada diding vena
- Respon baro reseptor menurun
Penyakit yang terjadi
- Hipertensi
- Angina Pectoris
- Infak Miokard Akut
- Kardiomiopati
- Hipotensi Orthostatik
- Vertigo
- Aritmiakordis
- PJK
- Penyakit jantung pneumonik
10. Sistem pernapasan
• Gerakan pernapasan : dangkal, sesak napas, otot lemah
• Distribusi gas : penumpukan udara dalam alveolus
• Volume dan kapasitas paru menurun
• Gangguan transportasi gas
• Imobilisasi : efusi pleura, pneumothorak, tumor paru
Penyakit yang terjadi adalah :
Pneumoni
TBC
PPOM
Ca Paru
11. Sistem neurologis
- struktr otak dilatasi ventrikular
- atrofi otak
- berat otak < 6-10 % (umur <80 thn)
- perubahan bentuk
- dopamin - fungsi sensorimotor
- lensa mata tipis
- pupil mengecil
- memori
- kognitif turun
- keterampilan turun
- intelektual turun
- kemampuan psikomotor menurun
Gejalanya :
- pola tidur ( lebih sering tebangun saat tidur )
- perubahan fungsi motorik )pembungkukan postr fleksi kedepan terlambat)
- gaya berjalan kaki diseret
- arthitis dipanggul lutut spina
- osteoporosis
- propiosepsi
penyakit yang terjadi :
o epilepsi
o gangguan gerak langkah
o Parkinson
12.Perubahan Sistem Urinari
perubahan menua primer.
• nevron berkurang disertai perubahan fungsi tubuler
• kapasitas kandung kemih berkurang
• tegangan spingter berkurang
• pada laki-laki : terjadi benigna hipertropi prostate
• pada perempuan : perubahan tegangan otot pelvis
perubahan sekunder
- kondisi nefron sklerrosis karena penyakit
- hipertensi
- penyakit ginjal karena konsumsi obat-obatan
- infeksi saluran kencing karena sistem imunitas berkurang
13.Perubahan sistem muskuloskeletal
- otot-otot atrofi
- fibrosis
- massa tonus / kekuatan otot menurun
- otot lebih menonjol dari ektremitas yang kecil dan lemah
- regeditas otot meningkat terutama ektremitas dan leher
- trabekula lebih berlebihan berongga-rongga
- mikro arsitektur berubah
C. Perubahan-perubahan Mental.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental.
a. Perubahan fisik, khususnya organ perasa.
b. Kesehatan umum
c. Tingkat pendidikan
d. Keturunan (Hereditas)
e. Lingkungan
Kenangan (Memory).
a. Kenangan jangka panjang: Berjam-jam sampai berhari-hari yang lalu mencakup beberapa perubahan.
b. Kenangan jangka pendek atau seketika: 0-10 menit, kenangan buruk.
IQ (Inteligentia Quantion).
a. Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal.
b. Berkurangnya penampilan, persepsi dan ketrampilan psikomotor, terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan-tekanan dari faktor waktu.
D. Perubahan-perubahan Psikososial.
a. Pensiun: nilai seseorang sering diukur oleh produktivitasnya dan identitas dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan. Bila seseorang pensiun (purna tugas), ia akan mengalami kehilangan-kehilangan, antara lain :
1) Kehilangan finansial (income berkurang).
2) Kehilangan status (dulu mempunyai jabatan posisi yang cukup tinggi, lengkap dengan segala fasilitasnya).
3) Kehilangan teman/kenalan atau relasi.
4) Kehilangan pekerjaan/kegiatan.
b. Merasakan atau sadar akan kematian (sense of awareness of mortality)
c. Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit.
d. Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan (economic deprivation).
e. Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya biaya pengobatan.
f. Penyakit kronis dan ketidakmampuan.
g. Gangguan saraf pancaindra, timbul kebutaan dan ketulian.
h. Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan.
i. Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan teman-teman dan family.
j. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik: perubahan terhadap gambaran diri, perubahan konsep diri.
E. Perkembangan Spritual.
a. Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupan (Maslow,1970)
b. Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaanya, hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari (Murray dan Zentner,1970).
c. Perkembangan spiritual pada usia 70 tahun menurut Folwer (1978), Universalizing, perkembangan yang dicapai pada tingkat ini adalah berpikir dan bertindak dengan cara memberikan contoh cara mencintai keadilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar